TANJUNG SELOR, KTV – Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, maupun peningkatan pelayanan publik. Lebih dari itu, pembangunan juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjadi penggerak utama kemajuan suatu daerah. Dalam konteks tersebut, upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika menjadi bagian penting dalam menjaga masa depan pembangunan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Momentum Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) menjadi pengingat bahwa ancaman narkotika masih menjadi tantangan bersama yang harus dihadapi secara berkelanjutan. Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, SE., MM., menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, karena dampaknya menyentuh berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, sosial, keamanan, hingga keberlanjutan pembangunan daerah.
Menurut H. Achmad Djufrie, pembangunan Kaltara yang saat ini terus bergerak menuju daerah maju dan berdaya saing membutuhkan generasi yang sehat, produktif, serta memiliki karakter kuat. Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan hukum, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas manusia Kaltara.
“Pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan manusia. Infrastruktur yang kita bangun, pertumbuhan ekonomi yang kita dorong, semuanya membutuhkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas. Karena itu, upaya melindungi masyarakat dari ancaman narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ujar H. Achmad Djufrie.
Ia menjelaskan, posisi strategis Kalimantan Utara sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga memberikan peluang besar dalam pengembangan ekonomi dan konektivitas wilayah. Namun di sisi lain, kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan yang membutuhkan pengawasan dan sinergi kuat antarinstansi untuk mencegah masuknya berbagai ancaman, termasuk peredaran narkotika.
“Kaltara memiliki wilayah yang luas, terdiri dari kawasan perbatasan, pesisir, kepulauan, hingga daerah terpencil. Kondisi ini membutuhkan perhatian bersama. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat di setiap wilayah,” katanya.
Ketua DPRD Kaltara menilai masyarakat di daerah perbatasan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan daerah. Menurutnya, pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan ketahanan sosial masyarakat.
“Daerah perbatasan adalah wajah depan negara. Kita ingin masyarakat di perbatasan memiliki kehidupan yang maju, aman, dan sejahtera. Salah satu caranya adalah memastikan generasi muda kita terlindungi dari pengaruh negatif yang dapat menghambat kemajuan daerah,” ungkapnya.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, DPRD Provinsi Kaltara terus mendorong sinergi bersama pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat keamanan, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
H. Achmad Djufrie juga menekankan pentingnya memperluas edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba, terutama kepada kalangan pelajar dan pemuda. Menurutnya, generasi muda merupakan kelompok yang memiliki peran besar dalam menentukan arah pembangunan Kaltara ke depan.
“Kita harus terus memberikan pemahaman kepada anak-anak muda bahwa masa depan mereka jauh lebih berharga daripada segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kaltara,” tuturnya.
Ia menambahkan, DPRD Kaltara berkomitmen menjalankan perannya melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penciptaan lingkungan yang aman dan sehat.
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama bahwa pembangunan Kaltara harus berjalan dengan fondasi masyarakat yang kuat. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Kaltara diharapkan mampu tumbuh sebagai provinsi yang maju, aman, dan memiliki generasi penerus yang terbebas dari ancaman narkotika.
“Melawan narkoba berarti menjaga masa depan daerah. Mari bersama-sama membangun Kaltara yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dari sisi manusia dan masyarakatnya,” tutup H. Achmad Djufrie.





