SANGGAU, KTV – Geliat peternakan babi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang penuh optimisme pasca beberapa kali diterpa serangan penyakit African Swine Fever (ASF). Semangat masyarakat untuk kembali menggeluti usaha ternak babi tak padam, didorong oleh penerapan biosekuriti ketat dan komitmen pendampingan dari pemerintah.
Bukti nyata pemulihan ini terlihat dalam kunjungan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar ke sejumlah kelompok ternak. Di Kecamatan Sosok, kelompok ternak yang diketuai Gregorius Kabuta dengan nama “Sagat Semarong” aktif mengembangkan usaha mereka. Saat ini, kelompok tersebut memelihara 3 ekor babi lokal dan 26 ekor babi ras.
“Kami optimis dalam beberapa bulan ke depan populasi akan terus meningkat,” ujar Gregorius Kabuta dengan penuh keyakinan. Untuk mendukung target tersebut, ia meminta pendampingan kesehatan hewan yang berkelanjutan dari petugas kesehatan hewan kabupaten, seperti Alfian, paramedik Kabupaten Sanggau, guna memastikan ternak tetap sehat dan produktif.
Tidak jauh dari sana, di perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya Desa Entikong, semangat serupa ditunjukkan oleh Kelompok Ternak “Rantau Jaya”. Dengan modal awal 34 ekor babi (2 pejantan dan 32 betina), kelompok ini yakin populasi ternak mereka dapat berkembang pesat.
“Kami targetkan bisa mencapai 300 ekor pada tahun depan,”tutur perwakilan kelompok dengan antusias. Kunci optimisme mereka salah satunya terletak pada komitmen menerapkan biosekuriti ketat, termasuk penggunaan disinfektan secara rutin untuk mencegah masuknya penyakit.
Menyaksikan langsung geliat dan tekad para peternak, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Semangat para peternak ini luar biasa dan harus terus kita jaga. Pemerintah siap mendukung penuh pemulihan populasi ternak babi melalui pendampingan teknis, penerapan biosekuriti yang disiplin, dan peningkatan kapasitas sumber daya peternak,” tegasnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan. Dinas berharap usaha ternak babi di Sanggau dapat kembali menjadi pilar ekonomi yang tangguh dan sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat, mengembalikan kejayaan sektor peternakan lokal usai diuji oleh wabah ASF. Kebangkitan ini menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.(**)





