BANJARBARU, KTV – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan, menyatakan kesiapannya untuk turut membantu dalam penanganan musibah banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) di Banua.
Satpol PP dan Damkar Kalsel memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai potensi bencana. Terutama menjelang musim hujan, yang biasanya disertai peningkatan curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem.
Karena itu, Satpol PP dan Damkar terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga sistem koordinasi di lapangan.
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, melalui Kabid Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah menyampaikan, bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam memperkuat sistem tanggap darurat.
Satpol PP dan Damkar Kalsel juga menyiagakan personel serta peralatan khusus di beberapa wilayah rawan bencana seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu. Peralatan yang disiapkan antara lain mobil pemadam, pompa air, perahu karet, alat evakuasi korban, serta perlengkapan komunikasi untuk koordinasi cepat.
“Setiap tahun, kami selalu bersiaga penuh untuk mengantisipasi bencana banjir, puting beliung, maupun longsor. Satpol PP dan Damkar Kalsel akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta relawan masyarakat, agar langkah-langkah cepat bisa dilakukan saat terjadi bencana di lapangan,” ungkap Maulana, usai kegiatan In House Training Diklat Pemadam I Angkatan VI se-Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (28/10).
Lebih lanjut Maulana menyebutkan, selain kesiapan teknis, peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga menjadi fokus penting. Melalui kegiatan pelatihan dan simulasi kebencanaan, para personel Damkar dilatih untuk tanggap dalam melakukan penyelamatan korban, pemadaman kebakaran akibat korsleting listrik di daerah banjir, hingga membantu evakuasi warga yang terdampak bencana.
“Kami juga terus melakukan pelatihan rutin baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memastikan seluruh petugas memiliki kemampuan teknis dan mental tangguh dalam menghadapi situasi darurat,” ungkap Maulana.
Ia menambahkan, komitmen Satpol PP dan Damkar Kalsel tidak hanya sebatas pada upaya penanganan saat bencana, tetapi juga dalam tahap mitigasi dan pencegahan. Upaya ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kewaspadaan dini, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
“Kami juga berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar selalu siap dan siaga menghadapi potensi bencana. Masyarakat diharapkan dapat memahami tanda-tanda alam serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan awal sebelum bantuan datang,” sahut Maulana.
Satpol PP dan Damkar Kalsel siap mendukung penuh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga keselamatan warga Banua. Pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan respons cepat dalam setiap kejadian bencana, terutama yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Dengan sinergi lintas instansi dan dukungan masyarakat, kami optimis penanganan bencana di Kalimantan Selatan bisa dilakukan secara cepat, terarah, dan efektif,” tutup Maulana.
Dengan adanya kesiapsiagaan tinggi dari Satpol PP dan Damkar bersama seluruh pihak terkait, diharapkan penanganan musibah Batingsor di Banua dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Langkah ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan daerah yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana.(**)





