KUKAR, KTV – Setelah tiga tahun berjalan, pengelolaan peternakan sapi di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar), masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam pemeliharaan dan peningkatan populasi sapi.
Program kerja sama antara Pemerintah Daerah Kukar dan PT Usaha Bijak Borneo sejak 2022 ini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kukar, Aji Gazali Rahman, metode pemeliharaan umbar yang diterapkan menjadi salah satu hambatan utama.
“Sapi yang dibiarkan berkeliaran sulit dikontrol dari segi pakan, kesehatan, dan reproduksi,” jelas Aji, Selasa (4/3/2025). Selain itu, keterbatasan infrastruktur pendukung seperti kandang dan sistem pakan yang terorganisir turut memperlambat pertumbuhan ternak.
Sebagai solusi, pemerintah dan perusahaan akan meningkatkan infrastruktur, menerapkan manajemen pakan yang lebih baik, serta memperketat pengawasan kesehatan ternak. Bahkan, sistem peternakan semi-intensif atau intensif sedang dikaji untuk memastikan produktivitas sapi lebih optimal.
Wahyudi, salah satu peternak setempat, menyambut baik rencana tersebut. “Kalau pemerintah dan perusahaan benar-benar mendukung dalam hal infrastruktur dan pelatihan, tentu sangat membantu kami,” ujarnya.
Dengan perbaikan sistem dan dukungan berbagai pihak, diharapkan peternakan sapi di Desa Lebaho Ulaq bisa berkembang lebih baik, baik dari segi populasi ternak maupun kesejahteraan peternaknya.