SAMARINDA, KTV – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal menghadiri Pelantikan Pengurus Provinsi Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kalimantan Timur masa bakti 2024–2028. Sekaligus membuka Pelatihan Cedera Olahraga, Doping, dan Psikologi Olahraga yang berlangsung di Aula Pusdiklat Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (27/7).
Pelantikan pengurus PPKORI Kaltim menjadi momentum penting dalam memperkuat peran tenaga kesehatan olahraga guna mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet di Kalimantan Timur.
Muhammad Faisal menyampaikan apresiasi atas inisiatif PPKORI Kaltim dalam menyelenggarakan pelatihan yang dinilainya sangat strategis bagi kemajuan olahraga daerah.
“Penanganan cedera olahraga, pencegahan doping, serta pendampingan psikologi olahraga merupakan faktor penting yang tidak bisa dipisahkan dari proses pembinaan atlet. Atlet yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap menghadapi kompetisi dan meraih prestasi,” ujar Faisal.
Dalam menghadapi dinamika olahraga modern yang semakin kompetitif, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional, Faisal menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak bisa lagi mengandalkan pola tradisional semata.
“Diperlukan pendekatan berbasis sport science, analisis data, perencanaan strategis, serta tata kelola organisasi yang efektif dan akuntabel. Karena itulah, pelatihan ini kami pandang sangat penting sebagai wadah peningkatan kapasitas dan penyamaan persepsi di antara seluruh pemangku kepentingan olahraga prestasi,” tegasnya.
Ia meyakini bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia keolahragaan merupakan pondasi utama dalam melahirkan atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa.
“Prestasi bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga indikator kemajuan peradaban dan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dispora terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga, termasuk PPKORI dalam menciptakan sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Kami berharap PPKORI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan olahraga, sehingga atlet Kaltim tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan bebas dari praktik doping,” ucap Faisal.
Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta berkontribusi dalam merumuskan strategi yang tepat demi kemajuan olahraga di Kalimantan Timur.(**)





