Jadi Pilar Transformasi Ekonomi Daerah, Ekonomi Kreatif Kaltim Tumbuh Positif

SAMARINDA, KTV — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus meneguhkan komitmennya dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif sebagai pilar penting transformasi ekonomi daerah. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut tercermin dalam rapat penyampaian Laporan Perhitungan Nilai Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif terhadap Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2024–2025, yang digelar pada Jumat (19/12/2025) di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Laporan tersebut disampaikan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, didampingi jajaran bidang terkait, serta melibatkan Komite Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur sebagai tim penyusun kajian.

Ririn mengungkapkan, saat ini terdapat 263 kelompok pelaku usaha yang bergerak di sektor ekonomi kreatif Kalimantan Timur, yang tersebar dalam 17 subsektor ekonomi kreatif di 10 kabupaten dan kota.

“Total terdapat 263 kelompok pelaku usaha yang bergerak di sektor ekonomi kreatif Kalimantan Timur dengan 17 subsektor ekonomi kreatif yang tersebar di 10 kabupaten/kota,” kata Ririn.

Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif Kalimantan Timur menunjukkan pertumbuhan yang positif dan konsisten pada periode 2024–2025, serta semakin terintegrasi dalam struktur PDRB daerah.

“Sektor ekonomi kreatif Kaltim menunjukkan pertumbuhan positif dan konsisten pada periode 2024–2025, serta semakin terintegrasi dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto Kaltim. Kajian ini disusun berbasis data PDRB sektoral dan klasifikasi usaha ekonomi kreatif sesuai KBLI 2020, yang mencakup 17 subsektor ekonomi kreatif,” jelasnya.

Hasil kajian juga menunjukkan kontribusi ekonomi kreatif Kalimantan Timur didorong oleh subsektor unggulan seperti kuliner, kriya dan fesyen. Selain itu, subsektor berbasis kreativitas dan pengetahuan seperti aplikasi, desain, film, animasi, seni pertunjukan, fotografi dan penerbitan turut memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menilai laporan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai posisi dan potensi ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, data yang disajikan dapat langsung dimanfaatkan sebagai pijakan dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

“Laporan ini membantu kita melihat dengan lebih jelas, subsektor mana yang sudah kuat dan mana yang masih perlu didorong. Dengan gambaran yang konkret ini, pemerintah daerah bisa mengambil langkah yang lebih tepat dan terarah dalam mengembangkan ekonomi kreatif,” ujar Sri Wahyuni.

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama antara perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota agar pengembangan ekonomi kreatif tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan dan berdampak langsung bagi pelaku usaha di lapangan.

Laporan kontribusi ekonomi kreatif ini diharapkan menjadi rujukan strategis dalam perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.(**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top