Gelar DOD, Pemprov Kalsel Harapkan Pembinaan Atlet Semakin Terkoordinasi

BANJARMASIN, KTV – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Ekspose Reviu Desain Olahraga Daerah (DOD), sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah kebijakan dan pengembangan olahraga Banua. Acara ini dibuka Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Pebriadin Hapiz, Kamis (11/12).

Saat membacakan sambutan Wakil Gubernur, Pebriadin menyampaikan, bahwa pembangunan olahraga tidak hanya berbicara tentang kompetisi dan pencapaian prestasi, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, hingga daya saing daerah.

“Provinsi yang maju adalah provinsi dengan arah kebijakan olahraga yang jelas, terukur, dan selaras dengan potensi daerahnya. Dokumen ini bukan sekadar laporan teknis, tetapi peta jalan untuk membangun ekosistem olahraga Kalsel yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan,” ungkap Pebriadin.

Dikatakan Pebriadin, bahwa reviu DOD yang dipaparkan tim konsultan telah melalui kajian komprehensif dan diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan langkah langkah konkret.

Pebriadin menegaskan, bahwa pembenahan olahraga di Kalimantan Selatan harus dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur.

Ia menyoroti lima aspek utama yang kini menjadi fokus kerja pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pertama, penguatan tata kelola olahraga daerah yang dianggap sebagai fondasi penting dalam membangun prestasi jangka panjang.

Menurutnya, pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, institusi pendidikan, hingga sektor swasta harus bergerak dalam satu visi yang sama agar pembinaan berjalan efektif.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur olahraga yang merata di seluruh Banua. Akses fasilitas yang layak tak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, melainkan harus menjangkau daerah – daerah agar partisipasi masyarakat dan pencarian bibit atlet semakin luas.

Infrastruktur yang baik, kata Pebriadin, adalah prasyarat untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Pembinaan atlet pun harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pebriadin menilai penerapan sport science, teknologi, dan data analytics menjadi keharusan agar proses latihan, pemantauan performa, hingga pemetaan talenta dapat dilakukan lebih modern dan terukur.

“Ini menjadi langkah penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” ujar Pebriadin.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kalsel juga tengah melakukan identifikasi terhadap cabang olahraga unggulan yang memiliki potensi besar untuk difokuskan sebagai kekuatan utama Kalsel. Kajian mendalam ini dilakukan agar pembinaan lebih tepat sasaran dan berdampak signifikan bagi peningkatan prestasi daerah.

Terakhir, Pebriadin menegaskan, bahwa peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga merupakan kunci membentuk budaya hidup sehat sekaligus menumbuhkan talenta-talenta baru.

“Pemerintah mendorong berkembangnya olahraga pendidikan, rekreasi, hingga prestasi, sehingga olahraga dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat” ucapnya.

Pebriadin mengatakan, bahwa dokumen DOD ini harus menjadi pedoman nyata, bukan hanya formalitas administrasi.

“Kami berharap hasil reviu ini diimplementasikan secara konsisten oleh semua pemangku kepentingan. Kalsel berkomitmen membangun ekosistem olahraga yang produktif, inklusif, dan berprestasi,” ujarnya.

Melalui strategi besar ini, Pemprov Kalsel berharap Banua dapat menjadi salah satu lumbung atlet nasional, dengan fasilitas olahraga yang terus berkembang serta event-event besar yang semakin sering digelar di masa mendatang.(**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top