SAMARINDA, KTV – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim kembali menggelar Sosialisasi Pendidikan Politik bagi pelajar. Kegiatan yang mengangkat tema “Peserta Pendidikan Politik dan Penguatan Demokrasi: Bijak Berpendapat, Santun Berdemokrasi” ini berlangsung di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN 2 Samarinda, Jl. Harmonika No. 98, Kota Samarinda, Kamis (20/11).
Ratusan siswa dan siswi MAN 2 Samarinda beserta para guru mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya demokrasi di Indonesia, acara ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara pelajar dan narasumber.
Mewakili Kepala Badan Kesbangpol Kaltim, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kaltim, Fatimah Waty, menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dipahami sebatas aktivitas mencoblos setiap lima tahun sekali. Lebih dari itu, demokrasi adalah budaya hidup yang menuntut masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai toleransi, musyawarah, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat.
“Demokrasi adalah gaya hidup yang mengajarkan kita tentang toleransi, musyawarah, menghargai perbedaan pendapat dan yang paling penting adalah bertanggung jawab atas pilihan kita,” tegas Fatimah.
Ia juga menyampaikan bahwa pelajar madrasah merupakan aset emas bagi masa depan Kalimantan Timur dan Indonesia. Bekal ilmu pengetahuan umum dan agama yang dimiliki para siswa harus mampu membentuk karakter pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat demokrasi.
Fatimah mencontohkan bahwa praktik demokrasi sesungguhnya sudah diterapkan para siswa dalam kehidupan sekolah, seperti pemilihan ketua OSIS, kegiatan ekstrakurikuler hingga proses diskusi di kelas.
“Inilah laboratorium awal bagi kalian untuk menjadi warga negara yang cerdas dan partisipatif,” ujarnya.
Kesbangpol Kaltim berharap melalui sosialisasi ini tumbuh generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam memilih, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa semangat persatuan, kedewasaan berpolitik, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks di lingkungan sekolah dan keluarga.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Kita membutuhkan pemuda dan pemudi yang kritis, berakhlak mulia, dan siap memimpin dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Sebagai penguatan materi, hadir pula narasumber dari kalangan akademisi, yaitu Budiman, Dosen Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua IV Dewan Pengurus Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) Periode 2024–2027. Kehadiran Budiman semakin memperkaya pemahaman peserta mengenai dinamika politik, demokrasi, serta perkembangan tata kelola pemerintahan.(**)





