Sekda Kukar, Sunggono : “Penguatan Ketahanan Pangan Harus Dilakukan Melalui Kolaborasi Lintas Sektor”

KUTAI KARTANEGARA, KTV – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono, resmi membuka Rapat Koordinasi dengan 3 agenda utama, yakni Finalisasi Rancangan Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2025–2029, Pemutakhiran Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan (FSVA), serta penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, pada hari Selasa, 11 November 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar, Camat se-Kabupaten Kukar, Kepala Desa terkait wilayah rentan rawan pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) Kukar, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kabupaten Kukar Maslianawati Edi Damansyah, perwakilan Remaja Masjid, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Rapat tersebut menghadirkan narasumber Marina dari Institut Pertanian Bogor, Ince Raden dari Unikarta Tenggarong, perwakilan Bulog, dan perwakilan BPS Kukar.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, selaku Ketua Panitia Pelaksana dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam event tersebut dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama penyelamatan pangan. “Kerja sama melibatkan lembaga donatur pangan. Selanjutnya Lembaga donatur pangan akan menyumbangkan pangan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan. Kerjasama juga melibatkan relawan penyalur. Program ini diawali di Kecamatan Tenggarong dan selanjutnya akan diperluas ke seluruh kecamatan,” jelasnya.

Sekda Kukar Sunggono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa 3 tema rapat koordinasi tersebut sangat penting dan strategis dalam penguatan ketahanan daerah khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Saya berharap sinergi dan kolaborasi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan lembaga donatur dapat mengurangi atau menghilangkan daerah-daerah (desa/kelurahan) yang masuk wilayah rentan dan rawan pangan di Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk potensi terjadinya gizi buruk dan stunting,” harapnya.

Terkait renstra dijelaskan bahwa Renstra berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan dan sebagai acuan pengendalian serta evaluasi kinerja perangkat daerah. “Renstra Perangkat Daerah merupakan dokumen perencanaan jangka menengah (5 tahun) yang berisi visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan suatu Perangkat Daerah.  Renstra disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” jelasnya.

Sedangkan tentang program ketahanan pangan daerah disampaikan, “Ketahanan pangan diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti pengembangan pertanian dan perikanan, penguatan cadangan dan distribusi pangan lokal, peningkatan kualitas gizi, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk diversifikasi pangan.”

Sekda Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari Pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat hingga komunitas lokal. “Tujuannya untuk mendorong ketersediaan pangan berkelanjutan dan mencegah kerawanan pangan dan stunting di tingkat Desa hingga rumah tangga,” tuturnya.

Disampaikan bahwa penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) merupakan salah satu instrumen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. “Melalui NBM, kita dapat mengetahui ketersediaan, kebutuhan, serta keseimbangan antara produksi, distribusi, dan konsumsi bahan pangan masyarakat di wilayah kita. Data NBM ini sangat penting sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pangan, pengendalian harga, serta upaya pencegahan kerawanan pangan,” jabarnya.

Dalam rakor tersebut dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Penyelamatan Pangan dengan lembaga mitra strategis Pemerintah Daerah yang bertindak sebagai Lembaga Donatur yang menyiapkan pangan berlebih untuk didonasikan. Para mitra tersebut adalah Lembaga Hotel Grand Elty Tenggarong mewakili PHRI, Rumah Makan Tepian Pandan mewakili Rumah Makan, dan SPPG Tenggarong mewakili SPPG (Program MBG dari Badan Gizi Nasional).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Penandatangan PKS dengan Lembaga yang bertindak selaku Relawan yang akan mendistribusikan pangan berlebih kepada masyarakat yang layak menerima. Mitra tersebut adalah Kelompok Wanita Tani Kabupaten Kutai Kartanegara, Universitas Kutai Kartanegara, dan Yayasan Masjid Muhammad Sajid Tenggarong.(**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top