KUKAR, KTV – Pemerintah telah menetapkan awal Ramadhan 1446 Hijriah pada Sabtu (1/3/2025), menandai dimulainya ibadah puasa bagi umat Muslim. Menyambut bulan suci ini, Kepala Desa (Kades) Segihan, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Hendra Wahyudi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama Ramadhan.
Imbauan ini khususnya berkaitan dengan penggunaan kompor dan alat elektronik yang berisiko memicu kebakaran. Hendra menekankan pentingnya langkah pencegahan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
“Kami mengajak seluruh masyarakat lebih teliti dan berhati-hati, terutama dalam penggunaan listrik dan kompor di rumah masing-masing. Langkah pencegahan ini sangat penting agar kita semua bisa menjalani ibadah puasa tanpa gangguan akibat kebakaran,” ujar Hendra Wahyudi, Minggu (2/3/2025).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Desa Segihan telah dilengkapi fasilitas pemadam kebakaran, termasuk satu unit mobil pemadam roda enam, kendaraan roda tiga, serta portable fire pump. Selain itu, pihak desa telah menyiagakan 37 personel relawan yang siap bertugas selama 24 jam untuk menghadapi keadaan darurat.
“Kami telah menyiapkan tim relawan yang selalu siaga 24 jam. Dengan adanya fasilitas pemadam dan relawan yang siap bertindak, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dalam menjalani ibadah di bulan suci,” jelas Hendra.
Lebih lanjut, Hendra menyatakan bahwa kesiapsiagaan ini tidak hanya untuk Desa Segihan, tetapi juga untuk membantu wilayah lain di Kecamatan Sebulu yang membutuhkan bantuan pemadaman kebakaran.
“Seluruh fasilitas pemadam yang kami miliki juga disiapkan untuk membantu desa lain di Kecamatan Sebulu. Kami berharap dengan kesiapan ini, masyarakat dapat lebih tenang menjalani ibadah Ramadan tanpa khawatir terhadap risiko kebakaran,” tandasnya.
Secara geografis, Desa Segihan berbatasan dengan Desa Sebulu Ilir dan Giri Agung di sebelah utara, Kecamatan Tenggarong Seberang di sebelah timur, Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang di sebelah selatan, serta Desa Sebulu Ilir di sebelah barat.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan dan bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman selama bulan suci Ramadan.





