KUTAI KARTANEGARA, KTV – Sebanyak 52 peserta Da’i dan Da’iyah dari 15 kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengikuti Pelatihan Da’i/Da’iyah yang resmi dibuka oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, di Sekretariat LPTQ Kabupaten Kukar, Rabu (26/11/25).
“Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Da’i Masuk Desa, sebuah inisiatif Pemkab Kukar yang menjadi implementasi visi Kukar Idaman Terbaik,” demikian dikatakan Dendy menyampaikan sambutan Bupati Kukar.
Lebih lanjut dikatakannya program tersebut menempatkan pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia sebagai prioritas utama, terutama melalui penguatan aspek mental dan spiritual masyarakat hingga ke wilayah pedesaan.
Dendy menjelaskan bahwa program ini bertujuan menyiapkan agen-agen perubahan yang memiliki wawasan kebangsaan dan moderasi beragama. Para Da’i diharapkan mampu menjaga kerukunan masyarakat serta memberikan benteng moral dari pengaruh negatif perkembangan teknologi. Dalam pelaksanaannya, rekrutmen dilakukan melalui seleksi ketat dan transparan dengan melibatkan lembaga keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah.
“Selain itu, Pemkab Kukar juga melakukan pemetaan wilayah untuk memastikan setiap desa, kelurahan, dan kecamatan memperoleh pembinaan keagamaan secara merata. Upaya ini juga melengkapi penempatan sekitar 250 Da’i yang telah dikirim pada angkatan sebelumnya, ” ujarnya.
Disebutkannya, peserta berasal dari 15 kecamatan di antaranya, Tenggarong, Loa Janan, Loa Kulu, Anggana, Samboja, Kembang Janggut, Tabang, Muara Wis, Muara Kaman, Sebulu, Muara Badak, Sangasanga, Marangkayu, Kota Bangun, dan Muara Muntai.
“Kehadiran Saudara/i merupakan harapan bagi wilayah-wilayah di Kukar yang selama ini merindukan sosok pembimbing umat,” ujar Dendy.
Di akhir sambutan, Dendy menegaskan bahwa Pemkab Kukar menaruh harapan besar terhadap kualitas peserta yang mengikuti seleksi. Ia meminta Bagian Kesra dan Panitia Pelaksana menjaga objektivitas dalam penilaian agar Da’i yang terpilih benar-benar siap menjalankan tugas pembinaan di wilayah prioritas.
“Atas nama Pemkab Kukar, saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras hingga pelatihan ini dapat terselenggara dengan baik,” tutupnya.
Pelaksanaan Seleksi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang berlangsung pada 26–28 November 2025 disebut sebagai tahap krusial sebelum para Da’i diterjunkan ke lapangan.
Materi pembekalan selama pelatihan, peserta menerima beragam materi penguatan, meliputi penguatan Al-Qur’an, Fiqih dan ilmu dakwah, Wawasan kebangsaan, Moderasi beragama, Retorika dakwah, Praktik Fardhu Kifayah, Materi tersebut dirancang untuk membentuk Da’i dan Da’iyah yang tidak hanya kompeten dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat serta kemampuan beradaptasi dengan karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat.(**)





